Orangmunafik adalah musuh dalam selimut yang dapat menghancurkan dari dalam. Mengerikan sekali kan. Kemunafikan inilah yang saya lihat ada dalam diri Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Mana ada orang-orang pandai seperti itu bisa pada lupa berjemaah tentang kelakuan Anies Baswedan yang layak diberi gelar Bapak
Kenyataannya orang paling pandai yang pernah ada pun bisa bertindak bodoh ketika membuat pilihan yang buruk. Raja Salomo, raja Israel pada zaman dahulu, penulis banyak kitab Amsal, menulis, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan" ( 4:23 ) dan "Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian" (14:33).
Wahaiorang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw. ( Al-Ahzab : 56) Kaum Muslimin rahimakumullah Banyak di antara kita yang salah presepsi bahwa neraka itu hanya untuk orang-orang kafir dan munafik. Ada pula yang lebih keliru lagi sambil berspekulasi : Hidup ini hanya sekali. Akhirat adalah urusan nanti.
Baqarah[2]:8-9 bahwa orang munafik pandai menipu. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman dengan cara menampakkan keimanan mereka kepada Allah Alquran telah banyak berbicara tentang orang-orang yang mempunyai sifat seperti yang telah diuraikan diatas, baik dengan kata al-Munafiqun maupun dalam bentuk masdarnya (nifaq). Kurang
Yangkedua: cirri-ciri orang munafik adalah: Apabila berjanji ia suka ingkar. Dan yang ketiga: Apabila dipercaya ia suka hianat. Teman-temanku yang berbahagia,.. Janganlah kita menjadi orang yang munafik, karena Allah tidak akan menolong orang yang munafik. Inilah yang dapat saya sampaikan, kalau ada kata saya yang salah saya mohon maaf yang
Siapayang jatuh ke dalam apinya, maka ia akan mendapatkan pahala dan akan dihapus dosanya. Dan siapa yang jatuh ke dalam sungainya, maka ia akan mendapat dosa dan digugurkan pahalanya.”----Hudzaifah bertanya kembali, “Lalu apa lagi?”----
Hadisdari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bawasannya rasulullah saw bersabda “ Tanda orang munafik itu ada tiga, apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji ingkar, dan jika dipercaya mengkhianati.” (HR Bukhari, Kitab Iman Bab Tanda-tanda orang munafik, No. Orang-orang yang fikiran dan hatinya tidak menyatu untuk mengingat Allah SWT dalam salatnya.
Olehsebab itu, pandailah untuk menjaga perkataan karena dapat memberikan banyak keuntungan sebagai berikut. 1. Tidak menyakiti hati orang lain. Mulut seseorang bisa mengeluarkan kata-kata manis, baik, dan menyejukkan. Namun, di sisi lain, bisa sangat berkebalikan dan menghasilkan perkataan tajam yang menyakiti hati orang lain.
Nah jika kamu termasuk orang yang sering bicara pada diri sendiri, jangan khawatir. Hal tersebut wajar, semua orang pasti pernah melakukannya. Baca juga: Berbicara dengan Hewan dan Perilaku Antropomorfisme. Simak Video "WHO: Hampir 1 Miliar Orang di Dunia Memiliki Gangguan Mental " [Gambas:Video 20detik] (up/up)
Sifatmunafik seringkali tidak kita sadari, mengingat betapa licik dan samarnya sifat yang satu ini bersarang dalam diri manusia. Kadang ada orang dengan sifat baik dan tutur kata yang sopan, namun siapa yang mampu menyelami sampai dalam dan mengetahui apakah hatinya sebaik itu. Itulah kenapa kadang sulit untuk menyimpulkan sifat munafik. Namun, dalam Al-qur'an sudah
Inilahbahaya orang-orang munafik yang harus diwaspadai. Menurut hadits tersebut, ada dua tipe/kategori orang munafik, yaitu: (a) munafik tulen (100%) dan (b) munafik biasa. “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti yang menimpa umatku, adalah setiap MUNAFIK yang PANDAI BICARA [bersilat lidah].”
Penggunaankata 'adhdha di dalam Al-Qur'an, semuanya menunjuk kepada pengertian 'menggigit' dengan arti kiasan.. Di dalam QS. Ali 'Imran: 119 diterangkan sikap dan perilaku orang-orang munafik terhadap kaum Muslim. Mereka sangat pandai berpura-pura sebagai Muslim, ketika mereka berada di tengah-tengah umat Islam, dengan tujuan
Kitaharus pandai berbicara untuk menunjukan diri kita kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya. Misalnya, hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Mayoritas orang tidak tau bagaimana cara berkomunikasi dengan baik. Maka kadang salah sangka bahwa orang lain
Halini membantu kami mengurutkan jawaban pada halaman. Orang yg hobi membaca adalah orang yang dalam pandai bicara. Jawabannya bisa iya, bisa jadi, dan tidak. Hobi membaca dan pandai bicara adalah dua hal berbeda. Ketika kamu hobi membaca belum tentu bisa menuangkan apa yang ada dipikiran mu keluar mulutmu.
AllahTa’ala mengabarkan kepada Rasul Nya dan kaum mukminin mengenai keadaan orang-orang munafik, dan orang-orang mukmin yang jujur dalam firman Nya kepada rasul Nya ﷺ,”Di antara manusia ada orang munafik yang pandai berbicara, sampai membuatmu terpukau akan keindahan ucapannya. Hal itu apabila ia membicarakan masalah-masalah duniawi.
kRWSw8. Illustrasi Ciri-ciri Orang Munafik. Foto UnsplashMunafik adalah apa yang ditampakkan berbeda dari yang disembunyikan dalam diri. Menurut bahasa, munafik artinya orang yang berpura-pura percaya atau setia pada ajaran Islam namun dalam hatinya Islam, munafik adalah golongan manusia yang derajatnya lebih rendah dari Muslim yang lain. Sebab, mereka pandai memainkan peran layaknya aktor, memasang wajah manis di hadapan semua orang, padahal di balik itu amatlah dari itu, sangat penting untuk memilah-milah pertemanan karena orang baik akan mendatangkan hal baik. Nah, untuk dapat terhindar orang munafik, Anda perlu mengetahui ciri-ciri apakah ciri-ciri orang munafik menurut Islam? Cari tahu jawabannya berikut Orang MunafikIllustrasi Ciri-ciri Orang Munafik. Foto PixabayTaofik Yusmansyah menerangkan dalam buku Aqidah Akhlaq, ciri-ciri orang munafik menurut Alquran adalah sebagai berikutDusta atau bohong adalah tindakan yang tidak disukai oleh Allah SWT. Ada banyak motif yang memicu seseorang berbohong. Namun, berbohong sudah pasti suatu tindakan sadar yang dilakukan agar lawan bicara percaya dengan apa yang kita katakan. Dan itu jelas bukan menunjukkan perilaku jujur serta merupakan tindakan yang dibenci oleh agama. Allah SWT berfirmanاِذَا جَآءَكَ الۡمُنٰفِقُوۡنَ قَالُوۡا نَشۡهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوۡلُ اللّٰهِ ۘ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوۡلُهٗ ؕ وَاللّٰهُ يَشۡهَدُ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ لَـكٰذِبُوۡنَArtinya “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu Muhammad, mereka berkata, Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.” QS. Al Munafiqun 1.2. Ingkar Janji dan BerkhianatJanji adalah sumpah yang wajib hukumnya untuk ditepati. Apabila seseorang telah berjanji namun tidak menepatinya, ia termasuk ke dalam golongan orang-orang sering ingkar janji berarti orang tersebut tidak dapat dipegang ucapannya. Hal ini menjadikan orang lain sulit menaruh kepercayaan terhadap orang yang tidak pernah menepati janjinya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Munafiqun ayat 2 berikut اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّهُمْ سَاۤءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَArtinya “Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.”3. Sombong dan Menyombongkan DiriSeseorang yang beribadah karena pamrih ingin dipuji, ingin dilihat sebagai seorang yang baik, merasa tinggi hati karena telah melakukan suatu kebaikan adalah orang yang sombong. Mereka cenderung sombong dengan apa yang mereka miliki, sehingga membuat dirinya menjadi orang yang tinggi hati dan SWT berfirman dalam Alquran surat Al Munafiqun ayat 5 yang berbunyiوَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ لَوَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَرَاَيْتَهُمْ يَصُدُّوْنَ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَArtinya “Dan apabila dikatakan kepada mereka, Marilah beriman, agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu,’ mereka membuang muka dan engkau lihat mereka berpaling dengan menyombongkan diri.”Mengutip buku 77 Pesan Abadi Nabi untuk Wanita oleh Muhammad Khalil Itani, setiap orang yang berkata dusta, tidak menepati janji, dan berbuat nista ketika berselisih berarti memiliki ciri-ciri orang munafik. Nabi Muhammad SAW tentunya tidak menginginkan umatnya memiliki sifat-sifat tersebut karena kemunafikan dapat membuat seseorang jadi sulit mendengarkan nasihat. Rasulullah bersabdaيَا عَلِيُّ، وَلِلْمُنَافِقِ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ إِذَا حَدَثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ وَلَا تَنْفَعُهُ مَوْعِظَةٌArtinya “Wahai Ali, ciri orang munafik itu ada tiga tanda, yaitu jika bicara dia bohong, jika berjanji ingkar, dan jika diberi amanat dia berkhianat. Serta tidak berguna bagi orang munafik nasihat tidak ada efeknya nasihat bagi orang munafik.” HR Bukhari, Abu Dawud, dan Tirmidzi.
Oleh HASAN BASRI TANJUNG Sejatinya, manusia diciptakan dengan kesempurnaan jasmaniyah fisik, aqliyah pikiran, dan ruhaniyah batin. Ketiga dimensi ini telah meninggikan derejat manusia melebihi makhluk lain, termasuk malaikat yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Pada sisi lain, manusia juga dilengkapi perangkat lunak hawa nafsu keinginan diri sendiri sebagai daya dorong untuk bergerak, berbuat, dan merekayasa kehidupan. Namun, hawa nafsu yang tidak terkendali nafs al-ammarah akan menjerumuskan ke lembah durjana. Apalagi, dalam diri manusia diselipkan potensi negatif, seperti keluh kesah, lemah, malas, lupa diri, dan kufur QS al-Ma’arij [70] 19-21. Manusia harus bermujahadah kesungguhan batin menjauhi sifat-sifat buruk itu agar dapat menunaikan tugas kehambaan dan amanah kekhalifahan dengan baik. Hawa nafsu yang tidak terkendali nafs al-ammarah akan menjerumuskan ke lembah durjana. “Rasulullah SAW berlindung kepada Allah dari delapan perkara, yakni kecemasan, kesedihan, kemalasan, kebakhilan, ketakutan, belitan utang, dan penidasan musuh.” HR Ahmad. Walaupun potensi positif lebih besar daripada potensi negatif dalam diri manusia, tapi daya tarik keburukan lebih kuat dibanding dengan daya tarik kebaikan. Jika hawa nafsu ditumpangi rayuan setan, maka kerusakan yang ditimbulkannya semakin besar. Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar hal 127 menjelaskan bahwa di permulaan surah al-Baqarah, manusia dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, muttaqiin, yakni orang yang percaya hati, mulut, dan perbuatannya. Kepercayaan hatinya dibuktikan oleh perbuatan ayat 1-5. Kedua, kafir, yakni orang yang tidak mau percaya, hatinya tidak percaya, mulutnya menentang, dan perbuatannya melawan ayat 6-7. Ketiga, munafik, yakni orang yang pecah di antara hati dengan mulutnya. Mulutnya mengakui percaya, tetapi perbuatan dan hatinya tidak sesuai dengan ucapan ayat 8-20. Sedemikian krusial, uraian tentang kemunafikan pun lebih banyak daripada orang takwa dan kafir. Sifat dan perilakunya disajikan dalam 13 ayat, sementara orang bertakwa hanya lima ayat, dan kafir dalam dua ayat. Dalam beberapa ayat, orang munafik dan kafir disebutkan bersamaan dan kelak akan disiksa dalam neraka QS an-Nisa' [4] 140-143. Pada zaman Nabi SAW dan Khulafaur Rasyidin, musuh yang paling berat adalah orang-orang munafik. Sebab, mereka sulit dideteksi dan berada di dalam barisan kaum muslimin. Mereka bagaikan “musuh dalam selimut”, “menggunting dalam lipatan”, “menyalip di tikungan”, dan “menusuk dari belakang”. Terkadang mereka seperti kawan, tapi di belakang bersekongkol dengan lawan untuk menghancurkan QS an-Nisa' [4] 81. Jika berkumpul dengan umat Islam, mereka mengaku setia dan beriman. Namun, ketika berkumpul dengan musuh mengaku hanya mengolok-olok dan mempermainkan saja QS al-Baqarah [2] 14. Jika dilihat dari perilaku dan dampaknya, setidaknya kemunafikan dapat dibagi menjadi tiga macam. Pertama, kemunafikan personal an-nifaaqu al-fardii. Sikap dan perilaku seseorang yang buruk dalam berinteraksi dengan masyarakat. Secara zahir, sikap dan ucapannya santun dan menarik, tapi perbuatan tidak sejalan. Layaknya penipu ulung yang tampil gagah dengan asesoris menawan. Begitu juga calon legislatif dan pemimpin yang mengumbar janji, tapi mudah lupa dan melalaikan amanah. Tanda orang munafik ada tiga macam yakni apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila dipercaya ia khianat HR Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan empat tanda munafik sejati, yakni jika bicara dusta, jika berjanji ingkar, jika diberi amanah khianat, dan jika berseteru ia curang HR Bukhari. Kemunafikan personal bertujuan mengambil keuntungan pribadi dengan cara yang buruk QS al-Baqarah [2] 204. Kedua, kemunafikan sosial an-nifaaqu al-ijtimaa’ii. Sikap dan perilaku kolektif yang koruptif dan menyalahi etika sosial orang yang berkuasa atau berpengaruh demi mewujudkan ambisi kelompoknya. Orang bijak berkata, gambaran kemunafikan sosial yang paling besar adalah memberikan pakaian dan makanan sisa kepada fakir dan misikin. Namun pada saat bersamaan memberi hadiah mewah kepada orang kaya yang tidak mereka butuhkan. Inilah gambaran pejabat negara atau politisi tak beradab yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan dan kekayaan. Untuk menjaga citra yang merakyat dan peduli, mereka bersedekah sekadarnya kamuflase, lalu diliput media massa QS al-Baqarah [2] 267. Kemunafikan sosial adalah tipuan yang jitu untuk mengelabui masyarakat yang dilakukan dengan rapi. Padahal, infak yang bernilai kebajikan hanyalah dari sesuatu yang disukai QS Ali Imran [3] 92. Ketiga, kemunafikan spiritual an-nifaaqu ar-ruuhii. Sikap dan perilakunya positif dan bermanfaat bagi orang banyak, sehingga ia pun dihormati dan dikenang sepanjang zaman. Mereka suka menolong dan memberdayakan umat, tapi terbersit di lubuk hatinya untuk menerima pujian manusia riya' dan sum’ah. Ia hendak menipu Allah, akan tetapi sebenarnya dia menipu dirinya sendiri QS an-Nisa' [4] 142. Nabi SAW pernah menceritakan tiga orang yang berjasa di dunia, tapi mereka menjadi orang pertama masuk neraka. Pertama, orang mati syahid yang ingin disanjung sebagai pemberani. Kedua, orang alim yang ingin dipuji sebagai cerdik pandai. Ketiga, orang kaya yang hendak disebut dermawan HR Muslim. Walhasil, pada hakikatnya kemunafikan itu sama, yakni menipu diri sendiri. Jika kemunafikan personal dilakukan seseorang kepada orang lain, maka kemunafikan sosial dilakukan secara kolektif, sistemis, dan sistematis sehingga dampaknya jauh lebih besar dan luas. Sedangkan, kemunafikan spiritual dilakukan seseorang kepada Allah SWT tanpa merugikan orang lain. Tentu, mereka akan mendapat hukuman yang sepadan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allahu a’lam bishshawab.
Sifat munafik sangat dibenci Allah memang sebaik-baiknya makhluk ciptaan Allah yang lengkap dan sempurna dalam hal fisik juga pikiran. Akan tetap dengan akal dan pikirannya, manusia terkadang melakukan sesuatu hal yang justru dibenci oleh Allah yakni munafik. Ada banyak hadis tentang orang munafik yang membahas tentang ciri-ciri orang munafik, yang disebut dosa besar dan sangat dibenci Allah SWT.. Munafik secara terminologinya dalam agama Islam adalah hanya melakukan pura-pura akan tetapi tidak mengakui di dalam hatinya. Sehingga munafik adalah ketidakselarasan antara ucapan dan di dalam hatinya, lahir dan batin tidak Orang MunafikSeperti telah disebutkan di atas, sifat munafik sangat dibenci oleh Allah karena tidak dapat diketahui kebenaran dari ucapannya. Bahkan sebuah hadis juga menyebut bahwa orang munafik selayaknya ditempatkan di neraka paling bawah. Supaya kita terhindari dari dosa besar, kenali yuk ciri-ciri orang munafik berikut Suka berkhianatSalah satu ciri dari orang munafik adalah suka berkhianat yang tidak mempunyai komitmen untuk melakukan sesuatu hal. Seperti halnya dengan orang yang telah diberikan amanah maka ia berkhianat. “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanah mengkhianati.” HR. Bukhari dan Muslim 2. Mempercepat dalam melakukan salat3. Sering berkata dusta4. Penuh tipu daya5. Bermuka dua6. Sering ingkar pada janjinya7. Memiliki sifat RiyaHadis Tentang Orang Munafik1. HR. Muslim No. 582. HR. Bukhari No. 6094 dan Muslim No. 2607
Di antara adab berbicara yang dituntunkan Rasulullah Saw adalah berbicara seperlunya, tidak berlebihan. Kita diperintahkan untuk berbicara hanya yang baik. Beliau melarang kita banyak bicara dengan pembicaraan yang tidak terkait dengan dzikir kepada Allah. Kemampuan seseorang untuk meninggalkan apa saja yang tidak berguna baginya menjadi salah satu tanda bagusnya keislaman dia [HR Tirmidzi] dan Allah menjadikannya sebagai ciri orang mukmin yang beruntung. Rasulullah Saw mewanti-wanti kita semua untuk menjaga lisan, nikmat besar Allah yang dianugerahkan kepada manusia. Lisanlah alat komunikasi terpenting manusia, melahirkan apa yang ia pikirkan dan yakini. Kemampuan seseorang menjaga lisan untuk mengucapkan hanya yang baik dan benar merupakan prestasi luar biasa yang menjamin keseluruhan anggota tubuh dalam keadaan baik. Dari Uqbah bin Amir ia berkata “Saya bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu beliau bersabda kepadaku “Wahai Uqbah bin Amir, sambunglah hubungan silaturahim terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah sesuatu kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan maafkanlah orang yang telah menzhalimi kamu.” Uqbah berkata, “Kemudian saya mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau lalu bersabda kepadaku “Wahai Uqbah, jagalah lisanmu, menangislah atas dosa-dosamu dan hendaklah rumahmu memberikan kelapangan untukmu.” HR Ahmad 1. "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." HR. Bukhari 2. "Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya mulut dan di antara kedua pahanya kemaluan niscaya aku menjamin baginya surga." HR. Bukhari 3. "Barangsiapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga." HR. Abu Dawud 4. "Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adalah sihir." HR. Bukhari 5. "Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam." HR. Ahmad Penjelasan Bicara saat emosi marah dapat menyesatkan. 6. "Diam tidak bicara adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya." HR. Ibnu Hibban 7. "Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya." HR. Asysyihaab 8. "Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia." HR. Ad-Dailami 9. "Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya." HR. Ath-Thabrani 10. "Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya." HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi 11. "Berhati-hatilah dalam memuji menyanjung-nyanjung, sesungguhnya itu adalah penyembelihan." HR. Bukhari 12. "Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya diucapkan berulang-ulang”. HR. Ahmad 13. "Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung." HR. Muslim 14. "Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.” HR. Muslim 15. "Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk." HR. Bukhari dan Al Hakim 16. "Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat keji terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla." Mutafaq’alaih 17. "Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah." HR. Abu Ya’la
orang munafik yang pandai bicara